Mampus Ditelan Algoritma: Menguliti Jiwa-Jiwa Pengemis Likes yang Sakit Jiwa demi Dianggap Ada
Panduan Menjaga Kewarasan di Tengah Gerombolan Manusia Haus Panggung Selamat datang di warung kopi kehidupan abad ke-21. Sebuah tempat di mana aroma kopi sering kali kalah menyengat dibanding aroma kepalsuan, dan asap rokok kalah pekat dibanding kabut ilusi yang kita bangun di media sosial. Kita hidup di zaman yang aneh, Sobat. Sebuah era di mana setiap orang merasa wajib memegang mikrofon dan berteriak di atas panggung, sementara kursi penonton dibiarkan kosong melongpong karena semua orang menolak untuk sekadar duduk dan mendengarkan. Melalui tulisan bagian pertama ini, saya ingin mengajak Sobat semua untuk sedikit bergeser ke pinggir panggung. Kita akan menertawakan diri kita sendiri, membedah penyakit haus pengakuan yang sedang mewabah, dan melihat bagaimana kita perlahan-lahan menukar kedamaian batin dengan angka-angka digital yang fana. Tarik napas dalam-dalam, mari kita mulai obrolan ini tanpa perlu bersiap-siap untuk menekan tombol share. Selamat datang di abad ke-21, sebuah za...
